What Does sabung ayam Mean?
What Does sabung ayam Mean?
Blog Article
Merujuk KBBI, kata ‘jago’ secara leksikon berarti “ayam jantan”. Namun istilah ini pun berarti “calon utama dalam sebuah pemilihan”, “juara” atau “kampiun”.
In March 2019, precisely the same court confirmed this kind of rule, underneath the argument that cockfighting and bullfighting are traditions with cultural roots in some municipalities of your nation.[forty four] The Asociación Nacional de Criadores de Gallos de Pelea organizes a global cockfighting championship.[45]
According to the Encyclopedia of Latino lifestyle, Peru "has almost certainly the longest historic custom" with cockfighting, Together with the apply perhaps dating back again to your 16th century.
Jikalau folklore atau epik dari masa lalu bisa jadi salah satu sumber rujukan sejarah, maka bisa disimpulkan, secara historis simbolisme terhadap ayam menghadirkan pemaknaan yang sakral sebagai representasi simbolik tentang kekuatan. Sakralitas makna sabung ayam ini setidaknya terlihat di Bali.
Biasanya menjelang rahina Tumpek Landep akan ada banyak orang yang membeli kendaraan mobil ataupun motor. Banten Pasupati adalah sarana upacara yang harus dilakukan untuk kendaraan yang baru anda beli. Bagi anda …
Sharp spurs are hooked up for the roosters' ft to create them extra lethal, along with the struggle generally finishes While using the Demise of among the list of animals.[64]
Kebijakan hukum terkait pelaksanaan sabun ayam di website Bali memiliki perbedaan yang sangat kontras dengan wilayah lain. Di wilayah Pulau Dewata, masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika ingin melakukan aktivitas sabung ayam.
Tradisi sabung ayam di Bali biasanya hanya diadakan pada hari-hari tertentu saja. Tabuan rah bisasanya diadakan saat upacara piodalan di merajan (tempat suci di sebelah timur laut rumah masyarakat bali) atau di samping sebelah pura.
Geertz saat melakukan penelitian etnografi di Bali mengungkapkan pentingnya taji. Taji, yang dibuat dari logam besi sepanjang empat atau lima inci dan dipasang di kedua kaki ayam itu, hanya diasah ketika saat momen gerhana bulan atau ketika bulan tidak penuh.
Banyak negara yang melarang atau membatasi praktik ini karena dianggap tidak etis atau merugikan kesejahteraan hewan. Namun, di beberapa tempat, sabung ayam tetap menjadi hiburan populer yang menarik banyak penonton.
In it, he argued the cockfight served to be a pastiche or design of broader Balinese Culture from which judgments about other areas of the lifestyle might be drawn.
Secara etimologi kata jago ditengarai berasal dari bahasa Portugis yaitu ‘jogo’, yang dilafalkan ‘zhaogo’ dan secara harfiah berarti “permainan”. Konon, istilah ini mengacu pada permainan sabung ayam di Nusantara yang sangat digemari orang-orang Portugis.
Sayangnya lagi, bicara konteks lokalitas Bali, Geertz tidak memaparkan sejauh mana terdapat perbedaan makna antara sabung ayam dalam bentuk ‘tetajen’
throughout the feudal period, cockfighting was a well-liked sort of amusement for the emperor, officials, as well as the upper course. The emperors frequently held cockfights during festivals such as Tết Nguyên Đán (Vietnamese New Year), Tết Trung Thu,... to entertain their guests. now, cockfighting continues to be a well-liked folk activity in Vietnam.
Report this page